18 February 2012

Skripsi DONE! Next will be sidang.


 


Phew a semester work dengan kejar-mengejar prof finally paid off. Capek mental dengan fizikal. Believe it or not, 70 pages of research sebenarnya dihabiskan dalam masa sebulan setengah je ahaa. (Excuse the bad quality of the photos, taken with my ipod)

ABSTRAK


Wajah manusia dengan struktur otot dan tulang mempunyai karakteristik tertentu yang dibedakan diklasifikasikan menjadi tiga tipe, berkait dengan variasi bentuk dan konfigurasi kraniofasial, keduanya dalam bidang vertikal dan horizontal yang secara direk mempengaruhi oklusi dental, keharmonian wajah, otot orofasial dan fungsi oral. Tujuan: untuk mencari korelasi analisis sefalometrik dengan analisis fasial dalam menentukan tipe fasial. Tipe fasial merupakan aspek penting dalam menentukan perawatan ortodontik,karena tipe fasial dapat mempengaruhi bite force, fungsi pengunyahan, sistem penjangkaran, prediksi pertumbuhan, struktur maksilofasial dan prognosis perawatan ortodontik. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tipe fasial termasuklah umur, jenis kelamin dan ras. Adanya perbedaan hasil penetapan tipe fasial seringkali didapatkan pada diskusi pengisian status di preklinik antara sefalometrik dan fotografik menjadi suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan bermakna antara nilai hasil analisis sefalometrik dan nilai hasil fotometrik pada penetapan tipe fasial khususnys tipe dolichofasial yang digunakan sebagai panduan dalam penetapan diagnosis dan rencana perawatan di klinik ortodonsia. Selain itu dari penelitian ini diperoleh gambaran sebaran tipe fasial pasien ras Deutromalayid di FKG UPDM (B) khususnya tipe dolichofasial. Penelitian ini dilakukan pada 42 orang mahasiswa semester V FKG UPDM(B) yang telah memenuhi persyaratan tertentu dan setuju untuk mengikuti penelitian ini dengan menandatangani informed consent. Penetapan tipe fasial berdasarkan analisis fotometrik dilakukan dengan mencari indeks fasial sedangkan analisis sefalometrik dengan mengukur besarnya sudut FMPA. Hasil penelitian berdasarkan analisis fotometrik ditemukan sampel 95% (40 orang) terdiri dari tipe wajah dolichofasial sedangkan hasil analisis sefalometrik mendapatkan hasil 38% (16 orang) dengan tipe wajah dolichofasial. Secara statistik, uji chi-square antara nilai sefalometrik dan nilai fotometrik didapatkan nilai p < 0.05. Berdasarkan hasil analisis fotometrik dan sefalometrik didapatkan bahwa tipe fasial ras Deutromalayid umumnya adalah dolichofasial. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan bermakna pada penetapan tipe fasial berdasarkan analisis fotometrik dan sefalometrik sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.


0 Says: